Oct 22, 2006

Pippi Si Kaus Kaki Panjang

Judul Buku : Kenalkah Kau Pippi Si Kaus Kaki Panjang?
Pengarang : Astrid Lindgren
Ilustrasi : Ingrid Nyman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Jumlah halaman : 26 halaman

Ada dua anak bernama Thomas dan Annika. Mereka sangat ingin memiliki teman seumur. Di sebelah pekarangan rumah Thomas danAnnika ada sebuah Pondok bernama Pondok Serbaneka yang kosong. Thomas dan Anikka sangat mengharapkan ada anak seurmur mereka yang tinggal di sana, Suatu hari, Thomas dan Anikka mengintip keadaan Pondok Serbaneka melalui pagar, mereka melihat ada seoraang anak perempuan yang kuat sekali yang sedang mengangkat kuda. Ternyata anak perempuan tersebut baru pindah ke Pondok Serbaneka dan dia tinggal di sana sendirian karena dia tidak mempunyai ibu maupun ayah. Oh iya, nama anak perempuan tersebut Pippi. Ia melihat Thomas dan Annika dan mengajak mereka sarapan di rumahnya.
Pippi memasakkan telur dan kue dadar untuk Thomas dan Annika. Saat memasak telur, ternyata telurnya ada yang tumpah ke rambut Pippi. Pippi senang saja karena dia pernah mendengar bahwa telur bagus untuk rambut, jadi dia berpikir bahwa rambutnya akan tumbuh panjang dan indah.
Pippi anak yang sangat mandiri. Dia terbiasa mengerjakan banyak hal sendiri, mulai dari mengepang rambut, memakai baju, makan, mandi, keramas, membersihkan lantai, memotong kayu, membersihkan tungko dan cerobong, walaupun dilakukan ala Pippi.
Pippi juga senang mencara harta karun. “Aku ini pencariharta” kata Pippi. Harta bagi Pippi bias bermacam-macam, seperti kaleng, gelondongan benang, dan sebagainya,. Semua harta tersebut dapt digunakan untuk bermain-main.
Suatu hari Pippi, Annika, dan Thomas mengunjungi sirkus. Pippi pun ikut beraksi dalam sirkus. Ia ikut berakrobat, mengunggang kuda, dan melawan orang yang kuat. Pippi sangt ingin ikut bersenang-senang.
Di hari hari, rumah Pippi dikunjungi dua perampok jahat. Mereka ingin mencuri barang Pippi. Pippi tidak takut, para perampok dilempar ke atas lemari sampai perampoknya menangis. Pippi menjadi kasihan, sehingga masing-masing perampok diberi 1 keping emas untuk membeli makanan.
Pippi akan berulang tahun. Dia mengundang Thomas dan Annika untuk ke rumahnya. Kuda Pippi juga diajak berpesta.. Setelah, makan, Pippi, Thomas, dan Annika bermain permainan ‘Jangan menyentuh Lantai’. Senang sekali!!
Pippi memiliki banyak mainan. Sebelum pulang Thomas dan Annika pulang, Pippi membagikan beberapa mainannya dengan Thomas dan Annika. Thomas dan Annika pun senang

PEMBAHASAN MENGENAI BUKU

Waktu pertama kalinya mau membacakan cerita di SD Al-Hidayah, aku dan teman-teman bersepakat memilih buku yang gambarnya berwarna-warni agar anak-anak tidak bosan. Setelah tahu tanggapan anak-anak baru akan mulai dengan cerita-cerita lainnya. Akhirnya, dipilihlah buku mengenai Pippi ini. Gambarnya banyak dan ceritanya cukup seru.
Waktu kecil saya, sudah sering membaca mengenai Pippi Si Kaus Kaki Panjang, saya pun senang-senang saja, akan tetapi setelah saya sudah ‘sebesar sekarang’ ada kekhawatiran juga, benar gak yah membacakan buku cerita ini untuk anak-anak? Ada ngak yah nilai-nilai yang disampaikan melalui buku ini? Menurut, kacamata orang dewasa, Pippi kan melakukan beberapa hal-hal yang tidak biasa, misalnya memasak dengan berantakan hingga ada telur di kepalanya dan Pipi membiarkannya saja, kalau makan Pippi terlentang di atas meja dan menaruh piringnya di kursi, dan masih banyk lagi. Semalam sebelum akan mendongen saya mencoba-coba membuka internet untuk mencari tahu lebih banyak lagi tentang Pippi (terutama aspek filosofisnya). Tapi karena agak terburu-buru, tidak banyak yang saya temukan. Saya hanya menemukan bahwa ibu Thomas dan Annika memang tahu bahwa sikap Pippi agak ‘luar biasa’ tapi ia tahu bahwa Pippi tidak akan pernah berniat menyakiti Thomas dan Annika sehingga ia membiarkan saja anak-anaknya bermain bersama Pippi.
Akhirnya, pada hari-H saya tetap saja membacakan buku ini untuk anak-anak Al-Hidayah. Ternyata saat membacakan buku saya baru menyadari beberapa hal. Pertama saat Pippi mengangkat kuda, saya menemukan bahwa Pippi adalah anak perempuan yang kuat. Wah, ternyata permpuan bisa kuat juga.. Kedua, saya menemukan bahwa Pippi selalu menemukan cara untuk senang. Walaupun ia tidak tinggak bersama orang tuanya ia tetap bisa bahagia. Pippi tidak pernah mengeluh. Apapun ia lakukan dengan senang hati. Hal lain yang saya temukan adalah bahwa Pippi sangat mandiri. Segala hal ia lakukan sendiri, mulai dari memakai baju, mengepang rambut, mandi, membersihkan lantai, memotong kayu, dan membersihkan cerobong. Pippi juga sangat pemberani misalnya, waktu ada perampok, ia berani melawan perampok (karena memang Pippi kuat) tapi di sisi lain Pippi juga lembut hatinya, sehingga ketika melihat perampok tersebut menangis, ia memberika perampok tersebut untuk makan. Ada kalimat di dalam buku yang tulisannya “Orang kuat harus baik hati juga”. Pippi juga sangat suka berbagi. Karena mainannya banyak sekali hingga memenuhi laci, ia membagikan beberapa mainannya kepada Thomas dan Annika.
Suatu saat, aku berdiskusi lagi dengan seorang temanku mengenai buku Pippi ini. Ternyata dia menemukan banyak lagi nilai tersirat di dalamnya, Misalnya, tentang Pippi yang mengangkat kuda, ada nilai tersirat yang menyatakan bahwa perempuan tidak harus selalu berada di posisi yang lemah. Pippi bisa masak sendiri, walaupun kalu masak agak berantakan. Namanya juga anak-anak. Anak-anak tidak harus selalu dituntut untuk sempurna, tapi setidaknya diminta untuk (misalnya) mencoba untuk mandiri. Anak-anak tetaplah anak-anak, Kalau pippi makan, dia makan dengan caranya sendiri, Pippi terlentang di atas meja, tetapi piringnya ada di atas kursi. Kalau menurut orang dewas, hal ini adalah aneh, akan tetapi kalau dipikir-pikir apa salahnya? Yang penting Pippi makan sendiri. Pippi memang melakukan banyak hal dengan cara yang kreatif dan tidak biasa. Kalau mandi, pippi akan mencelupkan seluruh kepalanya ke dalam baskom karena ia suka kalau matanya kena air. Pippi mandi sendiri walaupun ia mandi ‘ala Pippi’. Ketika membersihkan lantai, Pippi mengikat sikat di kakinya dan menggosok lantai sambil bermain-main, cara yang kreatif untuk membersihkan lantai bukan?
Aku sempat bingung juga dengan adegan ketika Pippi di sirkus. Tiba-tiba ia ingin maju ke depan dan ikut beratraksi. Ia bermain akrobat, ikut naik kuda bersama pemain sirkus lainnya. Hal ini memang menciptakan kehebohan, karena pemilik sirkus menjadi marah. Tapi Pippi dengan polosnya berkata, ”Kenapa aku tidak boleh ikut bersenang-senang?” Ternyata nilai lain yang terkandung di anak-anak untuk berani. Jadi keberanian Pippi tidak hanya ditunjukkan dengan keberaniannya melawan perampok, tapi juga keberaniannya untuk mengemukakan pendapatnya (untuk tampil di sirkus).
Di sirkus juga ada adegan di mana Pippi melawan orang terkuat di dunia. Aku ingat ketika anak-anak yang kudongengkan bilang,”Wah Pippinya smack down.” Setelah dipikir-pikir bukan nilai “smack-down” yang ingin disampaikan, tetapi yang lebih ditekankan adalah keinginan Pippi untuk mencoba menghadapi tantangan. Walaupun, katanya, orang (di sirkus) yang sedang tampil adalah orang terkuat di dunia, Pippi tetap ingin mencoba untuk membuktikan bahwa ia bisa menghadapi orang tersebut. Potongan adegan ini..

….. Pemimpin sirkus berjanji, orang yang bisa menjatuhkan Adolf san perkasa akan diberi hadiah.
“Aku bisa,” kata Pippi kepada Thomas dan Annika.
“Tidak mungkin,” tukas Annika. “Dia kan orang paling kuat di dunia.”
“Dan aku anak paling kuat di dunia,” Pippi berkata.

Nilai lain yang ditemukan dalam buku Pippi ini, diantaranya, adalah bahawa Pippi bisa bermain dengan apapun yang ada di sekitarnya (bukan membeli sesuatu yang baru). Misalnya Pippi bisa menggunakan kaleng bekas untuk menjadi topi, Pippi pun bisa berpetualang dengan permainan yang dibuat sendiri yakni permainan ‘Jangan Menyentuh Lantai’. Pippi berlompatan ke atas meja, kursi, karpet, apapun asalkan tidak menyentuh lantai. Permainan yang idenya sederhana tapi tetap menyenangkan. Well, segitu aja nilai-nailai yang baru kutemukan. Ada yang puny ide lain?

Aug 28, 2006

PLKJ

15 Agustus 2006

Malam ini, keponakanku memintaku menolongnya membuat PR PLKJ ( Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta). PR adalah menjawab 10 nomer yang ada di teks booknya, yaitu :

  1. Mengapa barang yang akan dibeli perlu dicatat terlebih dahulu ?
  2. Mengapa tidak baik membawa uang berlebihan ke pasar?
  3. Mengapa tidak boleh memakai perhiasan berlebihan ke tempat yang ramai dikunjungi orang?
  4. Mengapa kita perlu memilih waktu dan tempat sebelum berbelanja ?
  5. Mengapa dilarang mengurangi takaran dan timbangan ?
  6. Di manakah seharusnya menghitung uang kembalian ?
  7. Apakah artinya kadaluarsa?
  8. Apakah nama tempat pembayaran di pasar swalayan?
  9. Mengapa berbelanja di pasar swalayan lebih nyaman?
  10. Sebutkan pasar swlayan di sekitar tempat tinggalmu !!

Ternyata keponakanku tersebut sedang blajar Bab 2 dari pelajaran PLKJnya.Awalnya, aku belum menyadari kejanjilan pada pelajaran PLKJ ini sebelum akhirnya aku iseng-iseng membaca isi buku teks PLKJ tersebut.

Oh iya… sebelum saya masuk ke bahasan, akan saya uraikan mengenai buku teks PLKJ ini.

Judul Buku : PLKJ Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta

Disusun oleh : Tim PLKJ SD

Penulis : Drs. Budiana

Drs. Suyanto

Drs. Enco Sartono

Drs. H Wasmat Sanusi

Edisi Ketiga

Cetakan Kedua : Muharam 1426 – Frbuari 2005

Percetakan : Ghalia Indonesia

Buku ini dibagi menjadi beberapa bab. Ada sekolah di Jakarta yang menggunakan buku teks ini sebagai panduan untuk pelajaran PLKJ, sebuah pelajaran muatan lokal.

Buku PLKJ ini terdiri dari 20 bab.Beberapa materi, bila dikemas secara tepat bisa menjadi sedikit bermanfaat bagi anak-anak yang mempelajarinya, misalnya soal fasilitas umum dan kebersihan. Yang membuat saya kagt adalah ketika saya membaca beberapa bab pertama.

Coba intip ini…

Pelajaran 1

Pusat Perbelanjaan

Bab ini diawali dengan sebuah artikel berjudul “ Mengapa Banyak Orang Suka Makan di Restoran yang ada di Mall?”

Saya mencoba membaca artikelnya :

Beberapa Paragraf Pertama :

Jika kamu mengunjungi mal, tentu kamu pernah melihat restoran di antara toko-toko yang ada. Kamu bahkan mungkin pernah melihat adanya lantai khusus atau lantai khusus restoran.Di sana berbagai jenis makanan sudah tersedia. Kamu tinggal memilih makanan yang kamu sukai?

Semula, restoran yang ada di mall disediakan untuk memen hi kebutuhan pe-ngunjungnya. Setelah berbelanja, banyak pengunjung yang merasa lapar dan haus. Jika sudah lelah tentu mereka enggan mencari restoran yang jauh. Mereka ingin makan dan minum, dan melepaskan lelah di mal tersebut.

Lama kelamaan, banyak pengunjung sengaja datang ke restoran tersebut meskipun tidak berblanja telebih dahulu. Pada umumnya, mereka menyenangi suasana yang nyaman danpelayanan yang memuaskan.

Komentarku :

“Gila!!! What kind of crap is that? Gak mutu banget.. Oh my, mungkin emang lingkungan yang terdekat dengan anak jakarta sekaang adala mall, tapi… PERLUKAH DIMASUKKAN KE DALAM KURIKULUM???????!!!

Bab I yang diperkenalkan tahun ajaran baru adalah tentang Belanja!! Gila mau jadi apa negara??

Seorang teman berkata padaku

“ I do like shopping, but I don’t think I would put 'shopping' as a subject in education”

Kata temen yang lain:
"Siapa yang mau jualan sih ? Gila yang diajarin konsumerisme untuk negara seperti Indonesia yang kegiatan produksi dan konsumsinya enggak imbang !’’

Oke lanjut ke pargraf lain yang terletak di tengah artikel.

Dibangunnya pusat perbelanjaan yang non tradisional (modern) merupakan kebutuhan warga kota. Warga kota menghendaki keamanan dan kenyamanan berbelanja. Di kota-kota seperti Jakarta banyak dibangun pasar swalayan (supermarket).Pasar swalayan memenuhi kebutuhan masyarakat. Berbelanja di pasar swalayan akan merasa aman dan nyaman. Tempatnya bersih sejuk, serta pelayanannya memuaskan. Di sana tidak terjadi permainan harga sehinggapembeli tidak merasa dirugikan

Oh iya.. ada paragraf kedua dari akhir isinya :

Tempat perbelanjaan modern di Jakarta, misalnya Mall Kelapa Gading di Jakarta Utara, Plaza Seayan di Jakarta Pusat, Pasaraya Manggarai di Jakarta Selatan, dan Supermarket Hero

Komentarku :
Ini buku pelajaran atau bagian iklan sih ?
Kayaknya ga penting deh masukin nama-nama mall ke dalam buku pelajaran.

2 bab lainnya juga tentang belanja. Coba liat ini.

Pelajaran 2

Tata Cara Berbelanja

Pelajaran 3

Berbelanja Sesuai Kebutuhan

Bab lainnya lumayan tentang kebersihan, fasilitas publik, dan sebagainya.. Well sebenernya tanpa buku teks juga bisa dipelajarin kok bahannya, misalnya soal kebersihsan, anak2x tinggal diajak melihat wc yang bersih dan wc yang kotor secara langsung, kemudian didiskusikan hasil observasinya, perasaan mereka, dsb. Untuk fasilitas umum anak2x diajak melihat telepon umum di sekitar dan menganilsa berapa telepon umum yang rusak atau jalan. Well, bahan-bahannya bisa dijadikan diskusi untuk melatih sifat kritis ank-anak sekaligus mengenal lingkungan. Hm.. tapi bagian yang gak perlu.. Tampaknya perlu dihapus saja deh…

Apr 29, 2006

Orange

She packed a bottle of tea
Out for a day
To the gardens where flowers bloom
And fruits starts to smell sweat

Apr 28, 2006

@dinner

@dinner u said a lot..
We chated just like we use'd to have before
And I do miss U I do
We haven't talked this long since quite a long time ago
If I could
I would like to find an answer to your sorrow
It hurts me to see ur eyes that night
You didn't cry becuse your strong
But I saw your watery eyes
Ambitions makes us up and low
But dreams
Makes us alive

To 1 of 5

Mar 27, 2006

Jala Jalan

Aku baru bangun tertidur dan kutemukan sepucuk surat dalam amplop bertuliskan:Untuk kak Puti yang sedang tidur
dan juga
dua bauh gambar pemandangan
dan
sebuah tulisan berjudul Jalan Jalan

Jalan Jalan

Aku dan kaPuti juga tika .KaDoni jalan-jalan
Ke ItB Aku bermain disana senang sek
ali
melihat kolamikan yang besar disana
Aku melihat Air yang dibawah dan juga
melihat bola yang terbang

Aku senang sekali
habis itu sakit sekali
kayanya di mobil berdarah
nya


karya : Riri
n

Jan 30, 2006

Lanjutan.. tapi bhasanya beda ma tulisan yang pertama

2 hari lalu saya menjadi reader ujian untuk seotang tuna netra di sebuah
Fakultas Pendidikan di suatu Universitas keguruan. Menjadi reader berarti saya
membacakan soal ujian ke teman saya tersebut karena dia tidak bisa melihat. Ada
4 tuna netra di kelas itu. Dalam sekelas kira2x ada 50 orang (yang normal
penglihatannya).

Yang menyedihkan saat itu adalah bahwa saya memperhatikan bahwa sekitat 50%
mahasiswanya mencontek.. Sikap yang sangay menyedihkan, dan tidak seharusnya
dilakukan oleh seorang yang sudah mehasiswa ( apalagi oleh seorang calon guru
yang kelak fungsinya akan mendidik)
.

Menyontek sudah menjadi hal yang biasa dilakukan di segala tingkat pendidikan,
di banyak sekali lembaga pendidikan di Indonesia. Tapi sampai kapan hal tersebut
mau menjadi suatu yang biasa?

Fenomena menyontek bisa saja terjadi karena seotang mahasiswa atau seorang murid
merasa pelajaran tersebut kurang mendidik, atau mungkin ujiannya terlalu
bersifat hafalan sehingga dianggap tidak terlalu berguna.. Kalo itu yang
terjadi, ada beberapa sikap lain yang bisa diambil kalo merasa soal yang
diberikan tidak mendidik misalnya :
Kalau berani:
- bilang sama dosenya, "Pak / Bu.. menurut saya soal evalasi semacam ini
tidak mendidik"
Kalau ga seberani itu:
-ya... terpaksa ngikutin aturan yang berlaku... Ga nyontek, dan rela dengan
nilai berapapun yang akan diperoleh

Well, ga adil juga sih kalo yang disalahin cuma mahasiswa calon guru, karena
seperti yang telah dikatakan, fenomena ini terjadi di mana-mana, di berbagai
universitas, SMU, SMP, dan SD..

Cuma jadi menyedihkan... karena calon2x guru ini akan mengajar dan akan
mempengaruhi banyak lagi anak-anak di Indonesia.

Dibuat pad 11 Januari 2005

Jan 9, 2006

:(

Kejadian hari inimengingatkanku pada seorang ### yang sempat menjadi dosen di suatu universitas. ### saat itu memergoki beberapa mahasiswanya berbuat tidak jujur.
Truss gethu deh.. ###
Tindakannya keras juga..
Katanya.. "Daripada seperti itu, mendingan kmu beli ijazah aja.. daripada ngabisin waktu bertahun-tahun kuliah di sini"
Rektornya meminta ### untuk tidak memberikan sangsi apapun kepada mahasiswanya dan malah meminta membiarkan mahasiswa-mahasiswa tersebut melakukan ketidakjujuran tersebut..

Sampai detik ini hal ini masih menjadi hal yang sangat umum terjadi di berbagai lembaga pendidikan di Indonesia
Dan sebenarnya juga di berbagai negara lain..
Tapi.. kali ini kita ngomongin Indonesia aja..
Aduh sampai kapan yah hal-hal kayak gini bakal jadi hal yang biasa?
Rasanya kejadian hari ini ngegemesin banget sekaligus menyedihkan
Pertama karen yang melakukan ketidak jujuran adalah mahasiswa
Kedua karena hari ini hal itu terjadi pada mahasiswa-mahasiswa yang katanya akan menjadi calon-calon pendidik di Indonesia..

kan diteruskan kemudian..

Jan 4, 2006

hihihi ga jlas...

Rasaya kemaren kepala lagi penuh aj..
Banyak ide di kepala..
Di satu sisi bikin aku ngerasa idup brat.. ( Selalu menyenangkan kalo kita punya rencana dan kita tahu ada kemungkinan untuk ngejalaninnya) tapi di sisi lain... memperlama waktu untuk tidur...
hehehe padahal kepala pengen brat istirahat...

Tiba2x keinget temen lama...
Lucu banget deh nih orang..
Saking deketnya... Ampe berantem terus tyap hari..
pagi siang baek.. sore berantem malem baekan lagi pagi hahahihi lage..
Tapi tiba-tiba keinget brat..
Inget tragedi-tragedi ga penting yang bikin brantem
bunga... sepatu.. bensin.. ato cuma debat soal makanan mana yang lebih enak..
atau soal orang yang baru dikenal.. (hihihi)
Tapi kulupa imelnya yah?
hm..
Hehehehe akhirnya ketemu juga...

Tadi ketemu si Bapak yang ketawanya kayak sinterklas...
Makes me smile..
Lucu sekale....

:)