Nov 22, 2017

Guru Super, Excellent, dan Good menurut Johnson



Pak Budi Poniam, rekan saya di kampus memperkenalkan saya pada buku "Teaching Outside the Box: How to Grab Your Students By Their Brains" karya Louanne Johnson (2015). Saya baru selesai membaca bab kedua, berjudul "Are you Teaching Material?".

Di bab tersebut guru dikategorikan menjadi tiga, yakni "super", "excellent", dan "good".  Sebenarnya ada kategori lain, yaitu "mediocre"  dan "terrible teachers". Mediocre teachers tampaknya menggambarkan guru yang biasa-biasa saja. Di sekolah, mengajar seadanya (persiapannya sangat minim) lalu pulang. Sedangkan terible teachers tampaknya mengacu pada guru yang mengajar dengan sangat buruk, misalnya, yang tidak peduli dengan siswa sama sekali.

Kedua kategori terakhir tidak dibahas di dalam buku ini dengan alasan bahwa guru yang mediocre dan terrible tidak bisa ditolerir. Kata Johnson:
"Teachers come in three basic flavors - super, excellent, and good. (Of course, there are the mediocre teachers and, sadly, terrible teachers. But teaching poorly is not acceptable or excusable, so such practices are not included in this discussion)." ( Johnson, h. 7)
Saya akan mencoba mengelaborasi apa yang dimaksud dengan super, excellent, dan good teachers.

Super Teachers
Super teachers adalah orang yang benar-benar mendedikasikan hidupnya untuk mendidik dan mengajar. Setiap waktu di dalam hidupnya didedikasikan untuk profesinya. Tidak semua guru bisa menjadi super teachersHanya mereka yang punya energi (fisik, emosi, dan mental) yang tinggi yang bisa melakukan sangat ini.

Mereka bukan hanya tepat waktu, tapi senantiasa datang lebih awal dan pulang lebih sore. Kegiatan belajar mengajar dirancang sesempurna mungkin. Setiap waktu kosong digunakan untuk belajar hal baru (yang bisa digunakan untuk kepentingan mendididik). Mereka membimbing berbagai kegiatan  kesiswaan, memberikan pelajaran tambahan, bahkan ketika harus mengorbankan waktu pribadi. Ketika harus mengorbankan kepentingan pribadi, mereka pun melakukannya dengan senang hati.

Tidak semua guru memiliki energi seperti ini. Juga, tidak semua guru memiliki sistem pendukung (keluarga, lingkungan sekitar) yang memungkinkannya fokus 100% pada kegiatan mendidik. Saya terbayang, bahwa seorang supper teacher  hidupnya berfokus pada sekolah dan kegiatan mendidik. Nyaris 100%. Tentu saja, saya salut pada guru semacam ini, namun juga bisa memahami bahwa hanya orang-orang tertentu yang bisa menjadi guru semacam ini.

Excellent Teachers
Excellent Teachers  adalah guru yang mencintai pekerjaan mereka. Kegiatan mendidik tetap jadi prioritas yang cukup utama. Mereka menghabiskan waktu yang cukup untuk merancang kegiatan  belajar-mengajar yang menarik. Ketika memberikan assessment kepada siswa, mereka benar-benar memperhatikan progres siswa. Sesekali mereka berkorban, misalnya untuk mendampingi siswa untuk kegiatan ekskursi. Apabila diperlukan, mereka akan menyediakan waktu untuk berdialog dengan siswa-siswa yang membutuhkan. Namun, guru yang seperti ini, tidak akan terlalu ngoyo, apabila memang ada keperluan pribadi yang perlu didahulukan.

Good Teachers
Good teachers adalah guru yang akan memenuhi  tangung jawabnya dengan baik. Mereka tetap merancang kegiatan dengan baik, memenuhi tanggung jawabnya ketika mengajar, memastikan bahwa siswa berprores dalam belajar, dan mendampingi siswa sesuai tanggung jawabnya. Namun, mereka punya batasan yang sangat jelas antara kehidupan profesional dan personal. Setelah jam sekolah usai, mereka akan sibuk dengan hobi mereka, keluarga dan teman-teman mereka, mungkin sedikit lupa dengan apa yang terjadi di sekolah.

Menurut Johnson, kita bisa memilih menjadi guru yang super, excellent, atau good. Tidak ada pilihan yang lebih baik. Pilihan ini sangat tergantung dari kekuatan personal, relasi dengan orang yang disayangi, target profesional, dan prioritas pribadi. Menurut Johnson:
"Sometimes teacher confess that they feel a bit guilty for not having the energy to be a super teacher. I tell them - and I am absolutely sincere - that there is no shame in being an everyday good teacher. Not everybody can be a rock star and needs to be..... I may be biased, but I believe that an everyday good teacher is still a hero."  (Johnson, h. 14)

Tentu saja, pengkategorian guru menurut Johnson tidak saklek  dan kita sendiri bisa membuat kategori lainnya apabila diperlukan. Namun, dengan membaca kategori guru di atas, kita bisa berefleksi untuk melihat kita ada di posisi yang mana dan ingin berada di posisi mana. Baik dengan menjadi guru yang super, excellent , ataupun good   kita tetap bisa berkontribusi untuk pendidikan dan lingkungan.  Asalkan bukan guru yang mediocre atau terible kali yah.. :)


2 comments:

Rustadi said...

blognya bagus sekali
mantap

http://1571tutor.blogspot.co.id/

Dhitta Puti Sarasvati said...

Terima kasih, Pak Rustadi. :)